Memo from GOD

April 24, 2007

To: YOU
Date: TODAY
From: GOD
Subject: YOURSELF
Reference: LIFE

I am God. Today I will be handling all of your problems. Please remember that I do not need your help.

If life happens to deliver a situation to you that you cannot handle, do not attempt to resolve it. Kindly put it in the SFGTD (something for God to do) box. All situations will be resolved, but in My time, not yours.

Once the matter is placed into the box, do not hold onto it by worrying about it.  Instead, focus on all the wonderful things that are present in your life now.

If you find yourself stuck in traffic; Don’t despair. There are people in this world for whom driving is an unheard of privilege.

Should you have a bad day at work; Think of the man who has been out of work for years.
Should you despair over a relationship gone bad; Think of the person who has never known what it’s like to love and be loved in return.

Should you grieve the passing of another weekend;  Think of the woman in dire straits, working twelve hours a day, seven days a week to feed her children.

Should your car break down, leaving you miles away from assistance; Think of the paraplegic who would love the opportunity to take that walk.

Should you notice a new gray hair in the mirror; Think of the cancer patient in chemo who wishes she had hair to examine.

Should you find yourself at a loss and pondering what is life all about, asking what is my purpose? Be thankful. There are those who didn’t live long enough to get the opportunity.

Should you find yourself the victim of other people’s bitterness, ignorance, smallness or insecurities; Remember, things could be worse. You could be one of them!

Advertisements

Love is the Source of Life

April 24, 2007

Love is …
being happy for the other person when they are happy,
being sad for the person when they are sad,
being together in good times,
and being together in bad times.
Love is the source of strength.

Love is …
being honest with yourself at all times,
being honest with the other person at all times,
telling, listening, respecting the truth and never pretending.
Love is the source of reality .

Love is …
an understanding so complete that you feel as if you are a part of the other person,
accepting the other person just the way they are,
and not trying to change them to be something else.
Love is the source of unity.

Love is …
the freedom to pursue your own desires while sharing your experiences with the other person,
the growth of one individual alongside of and together with the growth of another individual.
Love is the source of success.

Love is …
the excitement of planning things together,
the excitement of doing things together.
Love is the source of the future.

Love is …
the fury of the storm,
the calm in the rainbow.
Love is the source of passion.

Love is …
giving and taking in a daily situation,
being patient with each other’s needs and desires.
Love is the source of sharing.

Love is …
knowing that the other person will always be with you regardless of what happens,
missing the other person when they are away but remaining near in heart at all times.
Love is the source of security.

Love is the source of life.

LOVE

April 24, 2007

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Kenapa kita menutup mata ketika ketika kita menangis?
Kenapa kita menutup mata ketika ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT.

Kita semua agak aneh dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan BUKAN akhir dari dunia melainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.

Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI. Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya tapi ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu mati bersamanya.

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI
Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa’.
Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’.
Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’.
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’.

MENCINTAI
BUKANlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu MENGERTI.
BUKANlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN.
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang. Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia, dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia. Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu. Itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan ‘seseorang’.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah inta yang tidak kamu sadari.

Hari Ini

April 22, 2007

Seorang bijak pernah berkata bahwa “ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan “.

Yang pertama:

Hari kemarin
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan,
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat, lepaskan saja.

Yang kedua:

Hari esok
Hingga mentari esok hari terbit,
anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba, biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah ” HARI INI ”
Pintu masa lalu telah tertutup, pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.

Hiduplah apa adanya karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.

Kakak Seorang Gelandangan

April 22, 2007

Roy Angel adalah pendeta miskin yang memiliki kakak seorang milyuner.

Pada tahun 1940, ketika bisnis minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di Texas pada waktu yang tepat dengan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi kaya raya. Setelah itu kakak Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap. Suatu pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.

“Hai … nak” sapa Roy.

Anak itu melihat pada Roy dan bertanya “Apakah ini mobil Tuan?”

“Ya,” jawab Roy singkat.

“Berapa harganya Tuan?”

“Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa”.

“Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan yang punya mobil ini?” Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.

“Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya”

Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan bergumam, “Seandainya….  seandainya…”

Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu,

“Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku”.

Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:

“Seandainya… seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu…”

Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.

Sampai satu kali anak itu berkata,”Tuan bersediakah Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini”.

Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.

“Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah” pikir Roy.

“OK, mengapa tidak”, kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak, “Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali”.

Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari
mobilnya, menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya: “Lihat… seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak Tuan ini menghadiahkannya pada Tuan ini. Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu”.

Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya yang membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga,
tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

Sandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.

“Stories for the family’s heart” – Alice Gray

If I Knew

April 22, 2007

If I knew it would be the last time that I’d see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly and pray the Lord, your soul to keep.

If I knew it would be the last time that I see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss and call you back for one more.

If I knew it would be the last time I’d hear your voice lifted up in praise,
I would video tape each action and word, so I could play them back day after day.

If I knew it would be the last time,
I could spare an extra minute to stop and say “I love you,” instead of assuming you would know I do.

If I knew it would be the last time,
I would be there to share your day.

Well I’m sure you’ll have so many more,
so I can let just this one slip away.

For surely there’s always tomorrow to make up for an oversight,
and we always get a second chance to make everthing just right.

There will always be another day to say “I love you.”,
and certainly there’s another chance to say “Anything I can do?”

But in case I might be wrong, and today is all I get,
I’d like to say how much I love you and I hope we never forget.

Tomorrow is not promised to anyone, young or old alike,
and today maybe the last chance you get to hold your loved one tight.

So, if you’re waiting for tomorrow, why not do it today?
For if tomorrow never comes, you’ll surely regret the day, that you didn’t take extra time for a smile, a hug, or a kiss and you were too busy to grant someone, what turned out to be their one last wish.

So hold your loved ones close today, and whisper in their ear,
tell them how much you love them and that you’ll always hold them dear.

Take time to say “I’m sorry,” “Please forgive me,” “Thank you” or “It’s okay.”
And if tomorrow never comes, you’ll have no regrets about today.

Hidup hanya Sebuah Perjalanan

April 22, 2007

Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap  dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk  menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri.”

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani dan pelayanan kita.

Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tak mampu memutar mundur waktu atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Maka, sempatkanlah untuk memikirkan barang sejenak apa yang akan kita lakukan apabila kita mati besok. Atau apa yang akan kita lakukan jika kita meninggal dalam waktu seminggu? Sebulan? Setahun? Sepuluh tahun? 40 tahun lagi? Bukankah suatu hal yang menyenangkan sekaligus menyeramkan mengetahui kapan kita akan mati? Tapi, itulah — kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu.

Jalanilah hidup yang seimbang – Belajarlah untuk menghormati dan menikmati kehidupan, dan yang terutama: Mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup ini.

Follow Your Dreams

April 22, 2007

On the first day of school, our professor introduced himself and challenged us to get to know someone we didn’t know. I stood up to look around when a gentle hand touched my shoulder. I turned around to find a wrinkled, little old lady beaming up at me with a smile that lit up her entire being. She said, “Hi, handsome. My name is Rose. I’m eighty-seven
years old. Can I give you a hug?”

I laughed and enthusiastically responded, “Of course you may!” She gave me a giant squeeze.

“Why are you in college at such a young, innocent age?” I asked. She jokingly replied, “I’m here to meet a rich husband, get married, have a couple of children, and then retire and travel.”

“No, seriously,” I asked. I was curious what may have motivated her to be taking on this challenge at her age.

“I always dreamed of having a college education, and now I’m getting one!” she told me.

After class we walked to the student union building and shared a chocolate milkshake. We became instant friends. Every day for the next three months, we would leave class together and talk nonstop. I was always mesmerized listening to this “time machine” as she shared her wisdom and experience with me.

Over the course of the year, Rose became a campus icon. She easily made friends wherever she went. She loved to dress up, and she reveled in the attention bestowed upon her from the other students. She was living it up.

At the end of the semester, we invited Rose to speak at our football banquet. I’ll never forget what she taught us. She was introduced and stepped up to the podium. As she began to deliver her prepared speech, she dropped her 3 x 5 cards on the floor. Frustrated and a little embarrassed, she leaned into the microphone and simply said, “I’m sorry I’m so jittery. I gave up beer for Lent, and this whiskey is killing me! I’ll never get my speech back in order, so let me just tell you what I know.”

As we laughed, she cleared her throat and began, “We do not stop playing because we are old; we grow old because we stop playing. There are only four secrets to staying young, being happy, and achieving success:

1. You have to laugh and find humor every day.

2. You’ve got to have a dream. When you lose your dreams, you die. We have so many people walking around who are dead and don’t even know it!

3. There is a huge difference between growing older and growing up. If you are nineteen years old and lie in bed for one full year and don’t do one productive thing, you will turn twenty years old. If I am eighty-seven years old and stay in bed for a year and never do anything, I will turn eighty-eight. Anybody can grow older. That doesn’t take any talent or ability. The idea is to grow up by always finding the opportunity in change.

4. Have no regrets. The elderly usually don’t have regrets for what we did, but rather for things we did not do. The only people who fear death are those with regrets.”

She concluded her speech by courageously singing “The Rose.” She challenged each of us to study the lyrics and live them out in our daily lives.

At the years end, Rose finished the college degree she had begun all those years ago. One week after graduation, Rose died peacefully in her sleep. Over two thousand college students attended her funeral in tribute to the wonderful woman who taught by example that it’s never too late to follow your dreams.

“Growing older is mandatory. Growing up is optional. “

21 Simple Advice

April 22, 2007

ONE.
Give people more than they expect and do it cheerfully.

TWO.
Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their conversational skills will be as important as any other.

THREE.
Don’t believe all you hear, spend all you have or sleep all you want.

FOUR.
When you say, “I love you”, mean it.

FIVE.
When you say, “I’m sorry”, look the person in the eye.

SIX.
Be engaged at least six months before you get married.

SEVEN.
Believe in love at first sight.

EIGHT.
Never laugh at anyone’s dreams. People who don’t have dreams don’t have much.

NINE.
Love deeply and passionately. You might get hurt but it’s the only way to live life completely.

TEN.
In disagreements, fight fairly. Please no name calling.

ELEVEN.
Don’t judge people by their relatives.

TWELVE.
Talk slowly but think quickly.

THIRTEEN.
When someone asks you a question you don’t want to answer, smile and ask, “Why do you want to know?”

FOURTEEN.
Remember that great love and great achievements involve great risk.

FIFTEEN.
Say “bless you” when you hear someone sneeze.

SIXTEEN.
When you lose, don’t lose the lesson.

SEVENTEEN.
Remember the three R’s: Respect for self; Respect for others; Responsibility for all your actions.

EIGHTEEN.
Don’t let a little dispute injure a great friendship.

NINETEEN.
When you realize you’ve made a mistake, take immediate steps to correct it.

TWENTY.
Smile when picking up the phone. The caller will hear it in your voice.

TWENTY ONE.
Spend some time alone.

Love and Friendship

April 22, 2007

1. I love you not because of who you are, but because of who I am when I am with you.

2. No man or woman is worth your tears, and the one who is, won’t make you cry.

3. Just because someone doesn’t love you the way you want them to, doesn’t mean they don’t love you with all they have.

4. A true friend is someone who reaches for your hand and touches your heart.

5. The worst way to miss someone is to be sitting right beside them knowing you can’t have them.

6. Never frown, even when you are sad, because you never know who is falling in love with your smile.

7. To the world you may be one person, but to one person you maybe the world.

8. Don’t waste your time on a man/woman, who isn’t willing to waste their time on you.

9. Maybe God wants us to meet a few wrong people before meeting the right one, so that when we finally meet the person, we will know how to be grateful.

10. Don’t cry because it is over, smile because it happened.

11. There’s always going to be people that hurt you so what you have to do is keep on trusting and just be more careful about who you trust next time around.

12. Make yourself a better person and know who you are before you try and know someone else and expect them to know you.

13. Don’t try so hard, the best things come when you least expect them to.

WHATEVER HAPPENS, HAPPENS FOR A REASON.